MEMAKNAI KITAB KEHIDUPAN

REFLEKSI DAN EVALUASI  KEMANDIRIAN BRUDER CSA SEMARANG

Bertepatan dengan hari Guru Nasional (PGRI), Jumat 25 November 2022, Kongregasi para bruder CSA Indonesia merayakan 23 tahun kemandirian dibawah reksa keuskupan Agung Semarang. Momen ulang tahun kemandirian tahun ini cukup berbeda karena kongregasi menerbitkan Visi-Misi yang baru. “Bruder-bruder CSA sekali-kali tidak mau bermegah selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus tanda kasih Allah  tak terhingga, demi pewartaan persaudaraan kasih dan damai bagi  kaum muda dan mereka yang  kecil, lemah, miskin, tersingkir, difabel berdasarkan keadilan dan martabat manusia dengan hati dan motivasi murni sebagai perwujudan Ekaristi”. Semoga menjadi berkat dan kekuatan para bruder dalam menjalani hidup bakti. 

Berbagai kegiatan mewarnai HUT kemadirian tersebut yang diadakan di Komunitas Novisiat Bruder CSA, ntara lain lomba badminton antara para novis dan magister, lomba menyanyi solo, story telling tentang proses dan perjuangan kemadirian, dan serta quis berhadiah ala rumah formasi.  Pengalaman seperti ini mendapat banyak pelajaran yakni belajar mengenal karakter dan potensi diri, bekerja sama dan sling mensuport sebagai satu komunitas. 

Perayaan Syukur

Puncak dari kegiatan ini adalah perayaan syukur ditandai dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Mario Antonius Werang, Pr (Imam Keuskupan Agung Ende), yang diselenggarakan di Kapel Novisiat CSA, Jln. Supadi Kotabaru, Yogyakarta. Dalam homili singkatnya, Rm. Rino, demikam disapa, mengajak para bruder untuk merenungkan dua hal penting berkaitan dengan HUT kemandirian tersebut, yakni “refleksi dan evaluasi”. Segala apa yang kita lakukan selalu direfleksikan, dengan tujuan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan-kemajuan dan kemunduduran suatu karya pelayanan. Setelah mengetahui serta melakukan hal tersebut (refleksi), tahap selanjutnya yakni melakukan evaluasi, sehingga segala yang belum tercapai atau mengalami kemunduran bisa diperbaiki untuk waktu selanjutnya. 

Sambutan Singkat

Dalam kesempatan yang sama, Br. Dedi, CSA selaku Magister Novis menyampaikan hal yang senada yakni “hidup menjadi bruder merupakan pilihan dari sekian banyak pilihan, tentu kita telah berefleksi dengan baik sehingga kita berani memilihnya. Akan tetapi refleksi kita tidak berhenti hanya sebatas pada pilihan yang telah kita pilih, refleksi tetap berlanjut sampai kapanpun bahkan sampai akhir hayat. Tidak ada kata selesai dalam hal refleksi dan para bruder selalu diminta untuk senantiasa mengevaluasi perkembangan diri dengan harapan adanya kemajuan, tidak stagnan

Tidak ada tamu undangan yang hadir dalam perayaan syukur ini, kecuali gabungan tiga komunitas CSA di Yogya (Turi, Kalasan dan Kotabaru) serta komunitas suster SPC Kalasan. 

Pada kesempatan yang sama, komunitas Generalat Semarang menyelenggarakan Ekaristi kudus pada pukul  18.00 WIB di Generalat. Ada dua momen penting dalam perayaan syukur ini yakni, Perayaan  Ekaristi untuk mensyukuri kemandirian CSA ke-23, dan pembaruan kaul sementara bagi Br. Stefanus Sae, CSA. Perayaan syukur dipimpin oleh Romo Albertus Hesta Hana Wijayanto, Pr, Pastor Paroki Banyumanik.Tidak ada undangan khusus selain dari komunitas Tusam, komunitas, komunitas susteran OSF  dan komunitas pastoran.  

Perayaan syukur kemandirian CSA ditutup dengan acara ramah tamah sederhana ala komunitas formasi diiringi dengan hiburan sederhana berupa nyanyi karaoke dari para novis dan para bruder serta suster yang hadir. Selamat pesta para bruder. Biarkan tunas-tunas muda berkembang menjadi pohon yang besar dan menghasilkan banyak buah. Salam PKD. 


Penulis: Br. Libert Jehadit, CSA & Br. Damian, CSA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *