Sabtu-Minggu→ 15-16 November 2025
Cigugur, Kuningan — Setelah beberapa tahun tidak diadakan, kali ini Kaum muda Katolik Paroki Kristus Raja Cigugur kembali diajak mengenal lebih dekat kehidupan panggilan religius melalui kegiatan Aksi Panggilan yang diselenggarakan oleh para Bruder CSA (Kongregasi Para Bruder Santo Aloisius) Semarang. Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh keakraban pada tanggal 15-16 November 2025, bertempat di aula paroki.

Dalam kegiatan ini para Bruder CSA menghadirkan dua rangkaian utama yang memberi pengalaman baru bagi OMK:
1) Pengenalan Meditasi Kristiani (Sabtu sore)
2) Perkenalan mengenai Kongregasi Bruder CSA (Minggu pagi).
Total OMK yang terlibat dalam kegiatan ini 107 orang, terdiri dari 81 orang Putra dan 26 orang Putri.
Dalam sesi pertama, yang dilaksanakan pada Sabtu sore tanggal 15 November, peserta diperkenalkan doa hening, doa meditasi Kristiani sebagai cara berdoa dalam keheningan, sederhana, namun mendalam untuk mengalami kehadiran Allah dalam hidup sehari-hari. Acara malam itu dihadiri sekitar 40 OMK. Romo Dedakus Nono Tri Suryono OSC, Romo Paroki, ditemani pengurus/ dewan paroki juga hadir. Dalam sambutannya beliau berharap kehadiran para bruder CSA dalam acara gerakan sadar panggilan ini bisa membuka mata orang muda tentang panggilan hidup sebagai religius. Romo bahkan mengikuti acara malam itu sampai selesai. Banyak manfaat yg bisa diambil dari praktek doa hening bagi anak-anak, diantaranya membantu daya konsentrasi dan membentuk karakter. Kegiatan ini dipandu oleh Br. Bayu CSA. Teman-teman OMK dan simpatisan sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Sebuah cara berdoa yang diharapkan dapat membantu mereka semakin dekat dengan Tuhan di tengah kesibukan hidup.





Keesokan harinya sesaat setelah Perayaan Ekaristi, para Bruder mulai berdinamika Bersama OMK dengan kegiatan utama Memperkanalkan CSA. Kegiatan ini dipandu oleh Br. Libert CSA serta beberapa tim promosi media sosial CSA, antara lain; Br. Bayu CSA, Br. Mamat, Br. Kornelius dan Br. Feliks. Para OMK diperkenalkan lahirnya CSA di dunia, latar belakang didirikan CSA, masuk Indonesia, situasi dan perkembangan gereja di dunia dan Indonesia serta pasang surut perkembangan panggilan di Indonesia. Suasana begitu akrab dan penuh tawa, karena metode yang dibuat oleh tim tidak membosankan. Ada saat dimana Para Bruder juga berbagi pengalaman pribadi dalam menjalani panggilan hidup religius, sehingga membuka wawasan para kaum muda tentang kemungkinan menjawab panggilan Tuhan dalam hidup mereka.


Kegiatan ditutup dengan makan siang bersama, doa, dan foto bersama. Banyak peserta mengaku mendapatkan inspirasi baru serta merasa dikuatkan dalam perjalanan iman mereka.
Melalui aksi panggilan ini, diharapkan para kaum muda Kristus Raja Cigugur semakin berani menjawab panggilan Tuhan, baik dalam kehidupan berkeluarga, pelayanan di Gereja, maupun kemungkinan menjadi bruder CSA.
Kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses berkat dukungan berbagai pihak, antara lain; 1) Romo Kepala Paroki Cigugur, 2) Keluarga besar Br. Mamat, 3) Para suster CB Komunitas Cigugur, 4) Dewan Paroki bidang Kepemudaan, serta koordiator wilayah yang peduli dengan panggilan hidup religius.
Terima kasih, Salam PKD (Persaudaraan Kasih dan Damai).
Oleh: Br. Libert Jehadit CSA











